Menyuburkan Pohon Literasi : Day 1

1519915090487

Tantangan kali ini membuat saya sebagai ibu merasa tertantang dan juga merasa semangat . Awalnya , kebiasaan membaca sudah saya terapkan sejak masih di bangku SMP , tetapi begitu menikah dan lahir si kecil , kebiasaan membaca saya berkurang kuantitasnya . Alhamdulillah saya dipertemukan dg level 5 … jadi membuat saya semangat lagi untuk melahap buku buku yg baru separuh jalan . Hehe .

Membiasakan membaca untuk anak memang sudah kai rencanakan sejak dia belum lahir . Sejak dalam kandungan kami sudah biasakan untuk mengenal budaya membaca. Sehingga diharapkan begitu dia bertumbuh bersama kami dia sudah mengenal apa itu membaca .

Tantangan kali ini kami mulai dengan membuat pohon literasi . Awalnya saya ingin membuatnya simpel , tetapi melihat karton bekas dan lem saya jadi pengen membuat yg berkesan untuk si kecil . Begitu jadi dahannya , dia girang bukan main dan selalu menyebut “pohon” sambil menunjuk nunjuk pohonnya .

Setelah itu , saya komunikasikan kepada si kecil , “Dek , jika ingin pohonnya tumbuh subur dan lebat daunnya , rajin baca buku ya … biar daunnya tambah banyak .” Seketika itu dia langsung ambil bukunya , dan minta dibacakan .

Untuk si kecil , saya memilih bahan bacaan yang tidak terlalu banyak tulisannya dan terbuat dari bahan yg tidak mudah robek . Seperti yg sedang dibaca kali ini , seri HaloBalita . Untuk anak seusia Fiza , buku ini sesuai dengan kemampuan membacanya. Karena selain memiliki tulisan yg sedikit , gambar yg disajikan pun penuh warna . Selain itu , isi ceritanya pun menceritakan ttg self help dan lainnya yg bisa membantu kita para orang tua untuk memberikan pengertian dan contoh ttg keseharian.

Misalnya saja hari ini , kami membaca buku judulnya “Aku bisa mandi sendiri” dan “Aku bisa pakai baju sendiri” . Memang balita itu punya daya imajinasi yg tinggi , dia tidak mau diceritakan sesuai dg apa yg tertulis dibuku , tetapi dia ingin diceritakan sesuai apa yg dia inginkan . Jadi dalam proses membacanya , dia selalu ,enerangkan terlebih dahulu apa yg digambar sesuai dengan apa imajinasinya , saya sebagai pendampingnya hanya menambahkan agar menjadi sebuah cerita yg sempurna 🙂

Untuk saya sebagai ibu , saya merasa semangat kembali dengan tantangan ini . Sehingga saya memutuskan untuk menyelesaikan buku yg sedang separuh saya baca , “Catatan Cinta Pejuang Asi” . Saya harap bisa menyelesaikannya dalam waktu dekat ini dan ikut meramaikan pohon literasi keluarga kami . Yang paling berat adalah si bapak . Selain kesibukannya yg luar biasa , si bapak bukanlah orang yg bisa sabar membaca sebuah buku hingga selesai . Dia lebih suka diceritakan dan melihat gambar (audiovisual) . Sehingga tantangan berat saya untuk ikut menumbuhkan daun milik ayah di pohon literasi kami .

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunsayIIP

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s